POLA JABAR – Industri hiburan global kembali diguncang oleh isu profesionalisme di balik layar. Kali ini, perhatian publik tertuju pada tim manajemen salah satu bintang besar asal Korea Selatan, Jisoo BLACKPINK.
Seorang desainer berbakat asal Belgia, Benjamin Voortmans, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terkait prosedur pengembalian busana yang digunakan untuk keperluan pemotretan sang idola.
Persoalan ini mencuat setelah Voortmans merasa saluran komunikasinya dengan pihak manajemen buntu selama berbulan-bulan.
Hal ini memicu diskusi luas mengenai bagaimana manajemen artis papan atas menangani hubungan kerja dengan para desainer muda di kancah internasional.
Penantian Enam Bulan Tanpa Kepastian
Awal mula permasalahan ini terungkap melalui pernyataan langsung sang desainer di platform media sosial miliknya. Dilansir dari Channel News Asia, Voortmans mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi pihak Jisoo selama enam bulan, namun tidak mendapatkan respons mengenai pengembalian pakaian tersebut.
Bagi seorang desainer yang sedang membangun karier, setiap helai pakaian dalam koleksinya memiliki nilai yang sangat krusial, baik secara materiil maupun sebagai aset portofolio. Busana yang dipinjamkan disebut terdiri dari tiga item dari koleksi terbarunya yang memiliki nilai tinggi. Ia juga menyebut proyek tersebut melibatkan sekitar 10 desainer muda sehingga keberadaan koleksi itu sangat penting.
Ketidakjelasan status barang-barang tersebut tentu memberikan dampak operasional bagi sang desainer. Apalagi, koleksi tersebut seharusnya bisa digunakan untuk keperluan pameran atau pemotretan komersial lainnya.