POLAJABAR.COM - Sorotan publik baru-baru ini tertuju pada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, namun bukan terkait capaian kerjanya sebagai kepala daerah. Perhatian masyarakat justru terpusat pada sebuah karya musik yang ia ciptakan sendiri.

Hal yang memicu kegaduhan publik ini adalah lagu yang diciptakan oleh orang nomor satu di Purwakarta tersebut. Lagu tersebut diketahui berjudul 'Lalaki Langit Lalanang Bejat', dan liriknya mulai tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Politikus yang kerap disapa dengan panggilan akrab Om Zein ini mendadak menjadi topik hangat pembicaraan warganet. Kontroversi ini muncul karena isi dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut dinilai sangat problematik.

Kecaman datang dari berbagai lini masyarakat, mulai dari tokoh politik, kemudian lembaga penegak hukum, hingga kelompok pegiat hak-hak perempuan. Semua pihak menyatakan keprihatinan mendalam atas karya musik sang bupati.

Lirik lagu yang dipermasalahkan secara spesifik dikritik karena mengandung unsur misoginis. Banyak pihak menilai bahwa narasi dalam lagu tersebut secara terang-terangan bersikap seksis terhadap kaum perempuan dalam masyarakat.

Kemarahan publik ini kemudian memuncak di ranah digital, di mana berbagai kritik tajam dilayangkan kepada Bupati Purwakarta. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya isu mengenai representasi perempuan dalam karya seni publik.

Dilansir dari berbagai sumber, lirik yang memicu kontroversi tersebut telah memicu reaksi keras dari aktivis perempuan. Mereka menyoroti bagaimana sebuah karya yang dibuat oleh seorang pemimpin daerah dapat mengandung pesan yang merendahkan kaum hawa.

Menanggapi gelombang kritik yang masif tersebut, Bupati Saepul Bahri Binzein dikabarkan telah menyampaikan permohonan maaf resmi kepada publik. Permintaan maaf ini merupakan respons langsung terhadap polemik yang ditimbulkan oleh karyanya.

"Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein kini sedang ramai jadi perbincangan," menggarisbawahi bagaimana isu ini menjadi perhatian utama publik saat ini.