POLAJABAR.COM - Sebuah lagu terbaru yang dibawakan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, kini menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Lagu berbahasa Sunda tersebut berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" dan menuai kritik tajam dari berbagai kalangan masyarakat.
Kontroversi utama muncul karena lirik lagu tersebut dianggap mengandung unsur stereotip gender yang merendahkan kaum perempuan. Lagu ini secara eksplisit membandingkan pengalaman hidup antara laki-laki dan perempuan dalam beberapa bait liriknya.
Publik mulai menyoroti lagu tersebut setelah diunggah melalui akun media sosial pribadi milik Bupati Purwakarta. Unggahan tersebut ditayangkan di akun TikTok resminya dengan nama pengguna @omzein_bupatiaing pada tanggal 18 Januari 2026.
Fakta-fakta mengenai kontroversi ini mulai terungkap, menunjukkan bahwa lagu tersebut menyinggung aspek biologis perempuan secara gamblang. Beberapa isu sensitif yang diangkat dalam lirik antara lain adalah proses kehamilan, pengalaman keguguran, hingga penggunaan pakaian dalam wanita.
Salah satu poin yang sangat disoroti adalah referensi spesifik mengenai pengalaman yang dialami perempuan. Lirik tersebut menyebutkan pengalaman keguguran sebanyak tujuh kali sebagai bagian dari perbandingan hidup antara kedua gender.
Selain itu, pembahasan mengenai menstruasi dan penggunaan bra juga menjadi sorotan utama dalam lagu tersebut. Hal ini dinilai oleh sebagian pengamat sebagai penyampaian yang tidak sensitif dan berpotensi memperkuat stereotip negatif terhadap perempuan.
Dilansir dari detikJabar, terdapat empat fakta utama yang dirangkum mengenai kontroversi lagu yang dibawakan oleh Bupati Purwakarta ini. Fakta-fakta ini menjadi dasar kritik yang mengemuka di ranah publik dan media sosial.
"Lagu yang diunggah di akun TikTok pribadi @omzein_bupatiaing pada 18 Januari 2026 tersebut membandingkan pengalaman menjadi laki-laki dan perempuan," demikian salah satu poin fakta yang diangkat mengenai waktu dan konteks perilisan lagu tersebut.