POLAJABAR - Kesuksesan Timnas Jepang di kancah sepak bola dunia, bukanlah dicapai dengan mudah, apalagi kebetulan.
Tidak pernah absen di putaran final Piala Dunia sejak edisi 1998, bukanlah sekadar keberuntungan dan itu merupakan titip awal kebangkitan Samurai Biru.
Dibalik kesuksesannya, terdapat satu fondasi utama yang terbukti menjadi kunci, yakni kualitas Liga Domestik yang terjaga, adalah J-League.
Transformasi liga profesional (J-League), sukses menghasilkan pemain-pemain lokal berkualitas tinggi yang siap bersaing di level internasional.
Dengan dukungan anggaran yang melimpah, klub-klub Jepang berhasil menarik perhatian pemain kelas Eropa untuk merumput di J-League.
Nama Zico dan Gary Lineker, merupakan pemain Eropa yang memasuki akhir karirnya turut bermain di J-League.
Dengan cara seperti ini, J-League berhasil menarik animo masyarakat yang awalnya menggilai baseball ini untuk lebih sering hadir memenuhi stadion.
Keberhasilan tersebut berhasil menarik salah satu pelatih yang berhasil membawa Arsenal menjadi raksasa Liga Inggris, yakni Arsene Wenger.
Arsene Wenger, sejatinya pernah mencatatkan kenangan manis di J-League bersama-sama Nagoya Grampus.