POLAJABAR.COM - Pemerintah Kota Bandung secara resmi telah menetapkan PT Fauna Land Ancol, atau dikenal sebagai Faunaland, sebagai operator baru untuk Kebun Binatang Bandung. Keputusan ini mengikat kedua belah pihak dalam sebuah kerja sama pengelolaan yang direncanakan berlangsung selama jangka waktu 26 tahun.

Penunjukan manajemen baru ini secara otomatis mendorong percepatan berbagai persiapan internal di lingkungan Kebun Binatang Bandung. Fokus utama saat ini adalah memastikan semua fasilitas siap untuk menerima kunjungan publik kembali setelah periode penutupan.

Saat ini, persiapan pembukaan kembali Kebun Binatang Bandung mulai ditingkatkan intensitasnya menyusul penunjukan resmi tersebut. Langkah-langkah perbaikan dan pembaruan fasilitas tengah dilakukan oleh tim transisi yang melibatkan manajemen baru.

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi'i, menyampaikan bahwa manajemen baru yang dipegang oleh Faunaland memiliki target ambisius terkait waktu operasional. Mereka berupaya agar kebun binatang tersebut dapat segera beroperasi kembali melayani masyarakat.

Menurut pandangan manajemen baru, penutupan yang terlalu lama bagi sebuah fasilitas konservasi seperti Bandung Zoo sangat tidak ideal. Hal ini dikarenakan penutupan berkepanjangan berpotensi besar menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi operasional.

Sulhan Syafi'i mengonfirmasi adanya komunikasi antara pihak kebun binatang dengan pengelola baru mengenai jadwal pembukaan. Dalam diskusi tersebut, penekanan diberikan pada urgensi dibukanya kembali fasilitas tersebut.

"Kami juga sempat bertanya kepada pengelola Fauna Land. Menurut mereka, pembukaan akan dilakukan sesegera mungkin. Bagaimanapun mereka juga tidak mau Bandung Zoo ditutup terlalu lama karena potensinya sudah terlihat," ujar Sulhan, Minggu (5/7/2026).

Lebih lanjut, Sulhan Syafi'i menjelaskan bahwa kerugian terbesar dari penutupan adalah terkait sektor pendapatan yang hilang. Oleh karena itu, percepatan pembukaan menjadi prioritas utama bagi semua pihak terkait.

"Kalau terus tutup tentu banyak kerugiannya, terutama dari sisi pendapatan. Kami juga berharap secepatnya dibuka, meski belum tahu persis kapan waktunya," tambah Sulhan Syafi'i.