POLA JABAR – Redenominasi mata uang adalah upaya pemerintah untuk menyederhanakan nilai nominal uang akibat terlalu banyak nol pada mata uang yang beredar.

Kondisi ini biasanya terjadi akibat inflasi tinggi atau perubahan ekonomi dalam jangka panjang.

Saat ini, beberapa negara disebut-sebut tengah mempertimbangkan redenominasi mata uangnya, di antaranya Suriah, Iran, dan Indonesia.

1. Suriah

Suriah menghadapi hiperinflasi yang membuat nilai mata uangnya, pound Suriah, terus melemah. Akibatnya, transaksi sehari-hari membutuhkan jumlah nominal yang besar dengan banyak nol.

Pemerintah mempertimbangkan redenominasi agar mempermudah penggunaan uang tunai dan memperbaiki citra mata uang di pasar domestik maupun internasional.

2. Iran

Iran juga tengah menghadapi masalah serupa dengan rial Iran.

Nilai mata uang yang anjlok karena inflasi dan sanksi ekonomi membuat jumlah nol pada nominal uang semakin banyak.