POLA JABAR - Oli motor modern jauh lebih kompleks daripada sekadar cairan pelumas biasa. Fungsinya melampaui pelumasan sederhana dan bertindak sebagai perisai kimiawi bagi komponen mesin yang bekerja di bawah tekanan tinggi, suhu ekstrem, dan potensi korosi. 

Untuk mencapai performa perlindungan maksimal ini, para produsen pelumas menambahkan berbagai zat aditif, dua di antaranya yang paling krusial adalah aditif anti karat (Corrosion Inhibitor) dan aditif anti aus (Anti-Wear Additive), seperti dilansir dari totalenergies.com.

Fungsi Utama Aditif Anti Karat

  • Pembentukan Lapisan Pelindung: Aditif anti karat bekerja dengan membentuk lapisan tipis yang melekat pada permukaan logam di dalam mesin. Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang fisik antara logam dengan kontaminan korosif.

    Netralisasi Asam: Mesin pembakaran internal secara alami menghasilkan asam sebagai produk sampingan dari pembakaran. Aditif ini memiliki kemampuan untuk menetralkan asam tersebut, mencegahnya bereaksi dengan komponen logam. Tanpa perlindungan ini, kelembapan dan asam dapat memicu karat dan korosi, terutama pada komponen kritis seperti bearing dan crankshaft.

    Fungsi Utama Aditif Anti Aus

    • Perlindungan Tekanan Ekstrem (Extreme Pressure): Komponen mesin, terutama di area ring piston, camshaft, dan valve train, mengalami gesekan dan tekanan yang sangat tinggi. Aditif anti aus, seperti Zinc Dialkyldithiophosphate (ZDDP), bereaksi dengan permukaan logam saat suhu dan tekanan meningkat, membentuk lapisan pelumas padat yang kuat.

      Meminimalisir Gesekan: Lapisan pelindung ini mencegah kontak langsung antar logam (metal-to-metal contact) saat film oli tradisional pecah atau tidak cukup tebal, yang merupakan penyebab utama keausan dan kerusakan prematur. Aditif ini memastikan umur pakai mesin lebih panjang dan meminimalisir biaya perawatan.

      Kehadiran kedua oli motor adiktif ini secara sinergis dapat membantu menjaga keandalan mesin motor Anda.***