POLAJABAR- Persib Bandung resmi menobatkan diri sebagai penguasa tunggal sepak bola tanah air setelah berhasil mengunci gelar juara BRI Super League musim 2025/26.
Keberhasilan ini bukan sekadar tambahan trofi di lemari klub, namun sebuah pencapaian langka yang menembus batas mustahil: hat-trick juara tiga musim berturut-turut.
Di tengah kompetisi sepak bola Indonesia yang dikenal sulit diprediksi, mempertahankan dominasi selama tiga tahun bukanlah perkara beruntung.
Maung Bandung secara sah meruntuhkan kutukan klasik liga domestik, di mana status petahana biasanya justru menjadi beban yang menenggelamkan.
Di bawah konsistensi taktik dan mentalitas baja, Persib akhirnya sukses membuktikan kembali bahwa mereka berada di level yang berbeda.
Konsistensi di Tengah Tekanan Mutlak
Persaingan dramatis hingga pekan terakhir membuat Persib terus ditempel dengan ketat oleh Borneo FC, memaksa skuad Bojan Hodak tampil tanpa cela di setiap laga.
Namun, alih-alih goyah di bawah tekanan, sebaliknya Marc Klok dan kawan-kawan justru menunjukkan kematangan bermain yang luar biasa.
Dengan status back-to-back-to-back champions, Persib Bandung seolah mengirim pesan berkelas ke seluruh penjuru negeri.