POLA JABAR – Di balik kokpit pesawat yang canggih, terdapat aturan ketat yang mungkin terdengar aneh: Pilot dan Co-Pilot dilarang mengonsumsi menu makanan yang sama.

Aturan ini bukan soal senioritas atau selera, melainkan prosedur keselamatan vital untuk melindungi seluruh penumpang.

Alasan utamanya adalah untuk meminimalkan risiko keracunan makanan secara bersamaan.

Jika salah satu menu terkontaminasi bakteri atau zat berbahaya, hanya satu pilot yang akan terdampak.

Dengan begitu, pilot lainnya tetap sehat dan mampu mengambil alih kendali pesawat sepenuhnya untuk melakukan pendaratan darurat jika diperlukan.

Aturan ini biasanya mewajibkan pilot senior memilih makanan terlebih dahulu, sementara co-pilot mengambil menu alternatif (misalnya, jika pilot makan daging sapi, co-pilot harus makan ayam atau pasta).

Meski jarang terjadi, insiden tahun 1982 pada penerbangan menuju Boston membuktikan keampuhan aturan ini, di mana sebagian besar kru sakit setelah makan puding tapioka, namun pesawat tetap mendarat selamat karena sang co-pilot tidak ikut memakannya.***