POLA JABAR - Dalam kebudayaan Jawa, weton bukan sekadar tanggal lahir biasa. Ia merupakan sistem penanggalan yang menggabungkan hari tujuh dalam seminggu dengan lima hari pasaran Jawa, yang diyakini menyimpan rahasia tentang jalan hidup seseorang.

Istilah weton berasal dari kata metu yang berarti keluar atau lahir. Gabungan antara hari (Senin hingga Minggu) dan pasaran (Legi, Paing, Pon, Wage, Kliwon) menghasilkan 35 kombinasi unik yang berulang setiap 35 hari sekali. Siklus ini dikenal dengan istilah selapanan.

Masyarakat tradisional menggunakan weton untuk berbagai keperluan, mulai dari menentukan watak dasar, menghitung keserasian pasangan, hingga mencari hari baik untuk memulai hajatan besar seperti pernikahan atau pindah rumah. Meskipun zaman sudah modern, pemahaman mengenai weton tetap lestari sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan harmoni alam.

Mengetahui weton sendiri bisa menjadi sarana untuk refleksi diri dan memahami potensi yang dimiliki sejak lahir.***