POLA JABAR – Dalam berbagai perayaan hari besar keagamaan atau acara adat, kita sering mendengar istilah "kidung".

Meskipun terdengar akrab di telinga, banyak yang belum memahami makna mendalam di balik kata ini.

Secara umum, kidung bukan sekadar nyanyian biasa, melainkan sebuah bentuk karya sastra atau pujian yang dilantunkan dengan nada dan penuh penghayatan.

Untuk lebih memahami apa itu kidung, berikut adalah beberapa poin penting yang merangkum pengertian dan fungsinya:

1. Bentuk Puisi yang Dilagukan

Secara etimologi, kidung berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti nyanyian atau ungkapan perasaan.

Dalam khazanah sastra, kidung adalah bentuk puisi yang terikat oleh aturan tertentu (seperti guru gatra atau jumlah baris) yang cara penyampaiannya harus dilantunkan atau dinyanyikan, bukan sekadar dibaca.

2. Kidung dalam Tradisi Keagamaan

Di dalam konteks religius, kidung sering disamakan dengan nyanyian rohani atau madah.