POLA JABAR - Ibadah kurban yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah bukan sekadar ritual menyembelih hewan ternak. Di baliknya, terdapat makna mendalam tentang pengorbanan dan pendekatan diri kepada sang pencipta.

Dalam pandangan Islam, hewan kurban—baik itu kambing, sapi, maupun unta—disembelih sebagai bentuk taqarrub atau upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sejarahnya berakar pada kisah luar biasa Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih putranya, Ismail, yang kemudian digantikan oleh Allah dengan seekor domba karena ketaatan mereka.

Perintah ini pun ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi, "Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah." Hewan-hewan ini menjadi saksi ketakwaan seorang hamba, di mana yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darahnya, melainkan ketulusan hati orang yang berkurban.

Melalui kurban, umat Muslim diajarkan untuk melepaskan keterikatan duniawi dan mengutamakan cinta kepada Allah di atas segalanya.***