POLA JABAR – Pernahkah Anda bertanya-tanya, berapa biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mencetak selembar uang kertas Rp100.000? Apakah biayanya sama dengan angka yang tertera di uang tersebut, atau jauh lebih murah?

Dalam dunia ekonomi, ada sebuah istilah bernama Seigniorage (dibaca: sen-yo-rij).

Ini adalah konsep yang menjelaskan tentang selisih antara nilai nominal uang dengan biaya produksinya.

Selisih inilah yang menjadi salah satu sumber "keuntungan" bagi negara atau bank sentral.

Mari kita bedah fakta menarik di balik proses pencetakan uang ini!

Apa Itu Seigniorage?

Secara sederhana, seigniorage adalah laba yang diperoleh pemerintah melalui penerbitan mata uang.

Sebagai contoh: Anggaplah Bank Indonesia mencetak selembar uang Rp100.000. Untuk mencetak selembar uang tersebut, dibutuhkan biaya (kertas khusus, tinta keamanan, desain, dan upah kerja) sebesar Rp1.000. Maka, nilai seigniorage yang didapat adalah:

Rp100.000 (Nilai Nominal) – Rp1.000 (Biaya Produksi) = Rp99.000 (Keuntungan)