POLA JABAR - Gerakan buruh dunia telah melalui sejarah panjang untuk mendapatkan hak-hak yang kita nikmati saat ini, salah satunya adalah penetapan waktu kerja yang manusiawi. Labor Day menjadi simbol penting dari kemenangan perjuangan serikat buruh tersebut.

Gagasan utama di balik gerakan ini adalah tuntutan pembagian waktu yang adil bagi pekerja: delapan jam untuk bekerja, delapan jam untuk rekreasi, dan delapan jam untuk beristirahat. Parade Labor Day pertama kali digelar di Kota New York pada tahun 1882. Karena penyebaran gagasannya yang masif, pada tahun 1894, Presiden Grover Cleveland resmi menandatangani undang-undang yang menetapkan hari tersebut sebagai libur federal di Amerika Serikat.

Di negara asalnya, perayaan ini tidak hanya diisi dengan aksi formal, tetapi juga sering dimanfaatkan untuk mengadakan pesta guna menghormati anggota keluarga para pekerja. Meskipun semangatnya serupa, setiap wilayah memiliki makna khusus dalam menjalankan gerakan buruhnya masing-masing.

Semangat "8 jam bekerja, 8 jam rekreasi, dan 8 jam istirahat" tetap menjadi fondasi utama dalam tata kelola tenaga kerja hingga era modern saat ini.***