POLA JABAR - Belajar dari insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur, sistem keamanan perkeretaapian sebenarnya sudah dirancang untuk mencegah kecelakaan antar-rangkaian melalui sistem persinyalan yang ketat.
Kereta api beroperasi berdasarkan sistem blok. Jalur rel dibagi menjadi beberapa petak blok yang dilindungi oleh sinyal. Aturan dasarnya sederhana: hanya boleh ada satu kereta dalam satu petak blok. Jika ada kereta yang berhenti di suatu blok karena kendala teknis atau kecelakaan, maka sinyal di blok sebelumnya akan otomatis berubah menjadi merah (berhenti) atau kuning (berhati-hati dengan kecepatan terbatas).
Tabrakan beruntun antar-kereta biasanya terjadi jika ada kegagalan sistem komunikasi atau pelanggaran aspek sinyal. Sistem pengereman otomatis akan aktif jika kereta melewati sinyal merah, namun tetap membutuhkan jarak ruang yang cukup agar tidak terjadi benturan dengan rangkaian di depannya.
Disiplin terhadap aspek sinyal dan pemeliharaan perangkat komunikasi adalah kunci utama keselamatan dalam operasional kereta api di seluruh dunia.***