POLA JABAR - Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia penuh dengan tantangan berat, termasuk masa pengasingan di luar negeri. Kegigihannya inilah yang membuatnya mendapatkan gelar kehormatan sebagai tokoh utama pendidikan Indonesia.

Pada masa mudanya, beliau merupakan jurnalis pemberani dan sempat bergabung dengan Boedi Oetomo sebelum akhirnya mendirikan Indische Partij bersama Tiga Serangkai. Akibat kritik kerasnya terhadap pemerintah kolonial, beliau sempat diasingkan ke Belanda sejak tahun 1913. Di sana, beliau justru semakin aktif mengenalkan nama "Indonesia" di kancah internasional melalui Indonesische Persbureau.

Setelah kembali ke tanah air pada 1919, beliau mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta. Kiprahnya terus berlanjut hingga Indonesia merdeka, di mana beliau dipercaya Meski beliau wafat pada 28 April 1959, warisannya dalam dunia pendidikan tetap hidup dan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia hingga saat ini.***