POLA JABAR - Pertanyaan mengenai nasib hewan kurban setelah disembelih sering kali muncul di tengah masyarakat. Banyak yang berharap hewan yang telah dikurbankan dengan ikhlas bisa mendapatkan tempat di surga. Namun, bagaimana pandangan para ulama mengenai hal ini?

Mayoritas ulama menyatakan bahwa secara teknis, hewan tidak masuk surga atau neraka sebagaimana manusia. Hal ini dikarenakan hewan tidak memiliki akal dan ruh yang dibebani syariat (mukallaf), sehingga tidak ada proses penghisaban (perhitungan amal) bagi mereka.

Meski begitu, hewan kurban memiliki kedudukan istimewa. Berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi, hewan kurban akan dihadirkan kembali di hari kiamat dengan kondisi utuh—mulai dari tanduk, bulu, hingga kukunya—sebagai bukti amal saleh pemiliknya. Jadi, meskipun tidak tinggal di surga seperti manusia, mereka menjadi wasilah atau perantara kebaikan yang sangat mulia bagi orang yang berkurban.

Kehadiran mereka di akhirat adalah bentuk pengakuan atas ketaatan Anda, menjadi saksi bisu atas ibadah yang telah dilakukan dengan tulus.***