POLA JABAR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama bulan Ramadan. 

Seluruh menu MBG yang disajikan merupakan produk olahan UMKM lokal, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara, mengatakan keterlibatan UMKM dalam penyediaan menu MBG menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan pangan.

“Menu MBG di SPPG Sukapura sepenuhnya berasal dari produk UMKM. Ini bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga tentang bagaimana program pemerintah bisa berdampak langsung pada pertumbuhan usaha masyarakat,” ujar Boni, Selasa (3/3/2926).

Menurutnya, UMKM yang terlibat dalam penyediaan menu MBG mengalami peningkatan produksi dan pendapatan karena adanya permintaan yang stabil setiap hari. Kondisi ini memberikan kepastian pasar bagi para pelaku usaha kecil, sekaligus memacu mereka untuk meningkatkan kualitas produk, baik dari sisi kebersihan, kemasan, maupun kandungan gizi.

Boni menilai, selama Ramadan program MBG memiliki nilai tambah karena mampu menjaga daya beli UMKM di tengah fluktuasi ekonomi. 

“Biasanya UMKM makanan hanya mengandalkan pasar takjil atau pesanan musiman. Dengan MBG, mereka mendapatkan order rutin dan berkelanjutan,” katanya.

Menu yang disajikan di SPPG Sukapura tetap menyesuaikan dengan kebutuhan gizi masyarakat selama Ramadan, dengan porsi seimbang antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Seluruh bahan baku dipasok dari pelaku UMKM lokal, mulai dari nasi olahan, lauk pauk, hingga buah-buahan segar.

Selain berdampak pada ekonomi, program ini juga mendorong UMKM untuk naik kelas. Boni menjelaskan, keterlibatan UMKM dalam program MBG membuat mereka harus memenuhi standar kualitas dan higienitas yang ditetapkan. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan profesionalisme pelaku usaha kecil.