POLA JABAR – Usai menempuh perjalanan jauh atau touring antar kota, perhatian pemilik mobil biasanya tertuju pada kebersihan eksterior.
Namun, komponen yang paling butuh perhatian pasca-perjalanan berat sebenarnya ada di dalam mesin, yakni oli motor.
Banyak pakar otomotif menyarankan untuk segera mengganti oli meskipun secara hitungan kilometer (odometer) jadwal servis rutin belum tercapai. Mengapa demikian? Berikut adalah alasan teknis mengapa ganti oli setelah perjalanan jauh sangat disarankan:
1. Penurunan Viskositas (Kekentalan) Akibat Panas Ekstrem
Saat perjalanan jauh, mesin bekerja terus-menerus dalam waktu lama. Kondisi ini memicu panas yang sangat tinggi di dalam ruang mesin.
Panas berlebih yang terjadi secara konsisten dapat merusak struktur molekul oli, sehingga oli menjadi lebih encer dari seharusnya.
Risikonya: Oli yang terlalu encer tidak mampu melumasi gesekan antar-logam dengan sempurna, yang berpotensi mempercepat keausan komponen internal mesin.
2. Terakumulasinya Kontaminasi dan Deposit
Selama perjalanan, mesin menghisap udara dan membakar bahan bakar dalam volume besar. Proses ini meninggalkan residu karbon (jelaga) dan kontaminan lainnya.