POLAJABAR.COM - Kematian seorang wanita yang berasal dari Bogor di Hotel Rejeki, yang berlokasi di Jalan Stasiun Timur, Kota Sukabumi, kini menjadi misteri yang tengah diselidiki secara intensif oleh pihak berwenang.

Meskipun ditemukan adanya luka pada beberapa bagian tubuh korban, penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan apakah kasus ini mengarah pada dugaan tindak pembunuhan.

Peristiwa ini pertama kali terungkap pada hari Selasa, tanggal 23 Juni 2026, ketika jasad korban ditemukan oleh petugas operasional hotel. Penemuan ini memicu langkah cepat kepolisian untuk segera turun tangan.

Saat pemeriksaan awal dilakukan di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan satu pun dokumen identitas kependudukan maupun alat komunikasi milik wanita malang tersebut. Hal ini menambah lapisan kerumitan dalam proses identifikasi.

Setelah adanya laporan resmi mengenai penemuan jenazah tersebut, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dikerahkan menuju kamar bernomor 210 untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dalam proses olah TKP tersebut, tim investigasi hanya berhasil mengamankan sebuah tas milik korban yang tertinggal di dalam kamar hotel. Sementara itu, ponsel milik korban dilaporkan hilang dan belum diketahui keberadaannya.

Dikutip dari sumber terkait, ditemukan adanya luka-luka pada beberapa bagian tubuh korban saat pemeriksaan awal dilakukan di lokasi penemuan jasad.

"Meski terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya, kasus tersebut masih didalami untuk mencari dugaan pembunuhan yang menimpanya," mengindikasikan bahwa penyelidikan difokuskan pada kemungkinan adanya kekerasan yang mengakibatkan kematian tersebut.

Dilansir dari sumber berita, petugas hotel menjadi pihak yang pertama kali menemukan jasad wanita tersebut pada Selasa (23/6/2026), yang menjadi titik awal dimulainya investigasi resmi.