POLAJABAR.COM - Sebuah insiden misterius terjadi pada Rabu malam, 24 Juni, di kawasan sekitar Candi Prambanan, yang sukses menarik perhatian publik. Kejadian ini ditandai dengan munculnya suara ledakan keras yang terdengar berulang kali di area tersebut.

Fenomena ini kemudian dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat setelah diunggah oleh sejumlah akun media sosial. Video yang beredar menunjukkan suasana perumahan warga yang terdampak oleh suara keras tersebut.

Selain suara dentuman yang mengkhawatirkan, rekaman video juga memperlihatkan kondisi langit di area tersebut tampak memerah. Hal ini menambah spekulasi dan rasa penasaran masyarakat mengenai sumber dari kejadian aneh tersebut.

Salah satu unggahan yang menjadi viral berasal dari akun Facebook bernama Merapi\_News. Akun tersebut memuat kesaksian warga mengenai kejadian yang berlangsung hingga larut malam.

Dilansir dari akun Facebook Merapi\_News, salah satu warga melaporkan kejadian tersebut dengan detail yang cukup spesifik. "21:39 Info min di daerah Kalasan Sleman terdapat ledakan yang cukup keras berwarna merah. Seperti kembang api dari arah Prambanan tapi ternyata bukan, ini udah berapa kali saya mendengarnya hingga tengah malam. Tolong akun saya disamarkan min terima kasih," tulis unggahan tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai apa sebenarnya yang menyebabkan suara ledakan dan perubahan warna langit di dekat kompleks candi bersejarah tersebut. Warga setempat merasa khawatir dengan intensitas suara yang terjadi berulang kali.

Menanggapi kehebohan yang terjadi di dunia maya, pihak pengelola kawasan Candi Prambanan akhirnya memberikan keterangan resmi. Pihak candi merespons kegaduhan publik tersebut untuk memberikan klarifikasi.

Respons dari pihak pengelola ini diharapkan dapat meredakan spekulasi liar yang berkembang di media sosial mengenai asal-usul suara ledakan dan fenomena cahaya merah yang sempat terlihat. Informasi lebih lanjut mengenai hasil investigasi internal masih dinantikan oleh publik.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.