POLAJABAR.COM - Perombakan signifikan mulai terlihat dalam struktur kepelatihan Persib Bandung menjelang musim baru. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut mengumumkan berakhirnya masa bakti salah satu anggota tim teknis mereka.
Yang menjadi sorotan utama adalah kepergian Miro Petric, asisten pelatih fisik yang berasal dari Kroasia. Pengumuman resmi ini menandai berakhirnya sebuah periode kerja sama yang telah terjalin selama kurang lebih tiga musim kompetisi.
Keputusan ini diambil setelah sebelumnya klub juga melakukan penyesuaian pada komposisi pemain yang akan memperkuat tim ke depan. Langkah restrukturisasi ini menunjukkan adanya evaluasi menyeluruh di tubuh tim.
Miro Petric dikenal sebagai sosok krusial yang menjabat sebagai tangan kanan dari pelatih kepala, Bojan Hodak. Peran pentingnya sangat terasa dalam menjaga kondisi fisik pemain utama skuad.
Selama masa baktinya, Petric bertanggung jawab penuh atas kebugaran tim agar mampu bersaing dalam jadwal yang sangat padat. Hal ini mencakup menghadapi kompetisi domestik Liga 1 dan ajang internasional.
Kepergian Petric sekaligus menggarisbawahi bahwa perubahan di Persib tidak hanya menyentuh lini pemain saja, melainkan juga staf pendukung di belakang layar. Ini adalah bagian dari strategi klub untuk penyegaran tim.
Samurai Biru Tahan Imbang Swedia: Konsistensi Jepang di Piala Dunia 2026 dan Tiket Babak Gugur
Dampak dari kepergiannya akan segera terasa, terutama dalam persiapan fisik tim menghadapi tantangan musim mendatang. Persib kini harus segera mencari pengganti yang sepadan untuk mengisi posisi vital tersebut.
Dilansir dari sumber terkait, perpisahan ini dilakukan atas dasar kesepakatan bersama antara manajemen dan pihak pelatih fisik tersebut. Hal ini merupakan dinamika biasa dalam dunia sepak bola profesional.
"Setelah sejumlah pemain dipastikan hengkang, Persib kini resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan asisten pelatih fisik asal Kroasia, Miro Petric," demikian dikonfirmasi mengenai status kepergian Petric.