POLA JABAR – Bagi kaum pekerja urban yang sibuk, malam hari sering kali menjadi satu-satunya waktu luang untuk berolahraga. Namun, ada anggapan populer bahwa berolahraga sebelum tidur justru akan membuat mata sulit terpejam atau memicu insomnia. Lantas, apakah hal tersebut mitos atau fakta medis yang perlu diwaspadai?

Jawabannya ternyata bergantung pada jenis olahraga dan durasi waktu sebelum Anda merebahkan diri di tempat tidur. Berikut adalah penjelasannya:

1. Lonjakan Hormon Adrenalin

Olahraga intensitas tinggi seperti lari cepat (sprinting) atau angkat beban berat akan memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini berfungsi meningkatkan kewaspadaan dan detak jantung. Jika Anda berolahraga terlalu dekat dengan jam tidur (kurang dari 1-2 jam), tubuh masih dalam kondisi "siaga" sehingga otak sulit untuk masuk ke fase rileks.

2. Peningkatan Suhu Tubuh Inti

Saat berolahraga, suhu tubuh inti (core body temperature) akan meningkat. Secara alami, tubuh manusia membutuhkan penurunan suhu untuk bisa memulai proses tidur. Jika suhu tubuh masih terlalu panas akibat latihan berat, siklus tidur alami Anda bisa terganggu. Inilah alasan mengapa mandi air hangat setelah olahraga malam justru disarankan untuk membantu mendinginkan suhu tubuh kembali.

3. Intensitas Adalah Kunci

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang hingga ringan sebenarnya tidak mengganggu tidur. Justru, aktivitas seperti yoga, stretching, atau jalan santai di malam hari dapat membantu melepaskan ketegangan otot setelah seharian bekerja. Hal ini justru meningkatkan kualitas tidur nyenyak (deep sleep) bagi sebagian orang.

4. Waktu Ideal Olahraga Malam