POLA JABAR – Inflasi Kota Bandung pada September 2025 tercatat terkendali dan lebih rendah dibandingkan Jawa Barat maupun nasional.
Dilansir dari laman resmi bandung.go.id, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung melaporkan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,16 persen, sementara inflasi Jabar dan nasional sama-sama berada di angka 0,21 persen.
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Bandung tercatat 2,10 persen, lebih rendah dari Jawa Barat (2,19 persen) maupun nasional (2,65 persen).
Adapun inflasi year-to-date (ytd) berada di 1,45 persen, juga di bawah Jabar (1,57 persen) dan nasional (1,82 persen).
BPS mencatat, penyumbang utama inflasi September berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil 0,14 persen.
Beberapa komoditas yang memengaruhi di antaranya daging ayam ras, cabai merah, minyak goreng, serta emas perhiasan.
Selain inflasi, perkembangan sektor pariwisata juga mendapat sorotan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada Agustus 2025 mencapai 52,43 persen, turun 3,16 poin dibandingkan Juli.
Jika dirinci, TPK hotel bintang sebesar 56,38 persen mengalami penurunan, sementara TPK hotel non bintang justru naik menjadi 37,87 persen.
Rata-rata lama menginap tamu hotel tercatat 1,44 malam, dengan peningkatan pada tamu non bintang.