POLA JABAR - Komunitas Kendangers Bandung menggelar acara bedah buku Manusia dan Gunung di Gedung Pusat Kebudayaan, pada Rabu, 6 Mei 2026 malam.

Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 WIB ini menghadirkan penulisnya, Pepep DW, dalam forum diskusi bertajuk Ngaji Kendang.

Acara ini tidak hanya membedah isi buku, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang hubungan manusia dengan alam dan budaya.

Dalam pemaparannya, Pepep menjelaskan bahwa buku Manusia dan Gunung (2018) lahir dari pergolakan pemikiran yang cukup intens.

“Bagi yang pernah membaca buku ini, saya mohon maaf. Secara teknis memang terasa berantakan. Tapi setiap ada kesempatan seperti ini, saya mencoba menjelaskan isi buku dengan lebih sederhana,” ujarnya.

Salah satu bagian yang disorot dalam diskusi adalah bab Gunung Artefak Pra-Nusantara. 

Diketahui, Pepep DW merupakan seorang pengajar di Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung sekaligus aktivis lingkungan. 

Ia aktif sejak masa kuliah di Mapala Argawilis dan hingga kini masih terlibat dalam berbagai kegiatan yang menggabungkan isu budaya dan ekologi.

Selain Manusia dan Gunung, Pepep telah menulis sejumlah buku lain seperti Demitologi Defprestasi (2009), Tubuh Perempuan dalam Diskursus Panggung Pertunjukan, Mainan dan Permainan Anak Jawa Barat (2014), Traditional Children's Game of Indonesia (2015), Sadar Kawasan (2022), hingga Dasar Etika Lingkungan dalam Pengetahuan Masyarakat Sunda (2025).