POLA JABAR – Puasa qadha atau puasa ganti merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang meninggalkan puasa Ramadan karena alasan syar'i seperti sakit, haid, atau perjalanan jauh.

Mengingat kita sudah memasuki bulan Syaban, momen ini menjadi kesempatan terakhir bagi mereka yang masih memiliki tanggungan untuk segera melunasinya sebelum Ramadan tahun ini tiba.

Sesuai dengan ketentuan dalam Mazhab Syafi'i, tata cara puasa qadha sama dengan puasa wajib, yakni harus didahului dengan niat pada malam hari sebelum terbit fajar atau waktu subuh. Niat ini menjadi syarat sah agar ibadah pengganti tersebut diterima.

Berikut adalah bacaan niat puasa qadha Ramadan lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk qadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."

Mengingat waktu yang semakin terbatas, para ulama menganjurkan agar setiap Muslim segera mendata kembali sisa utang puasanya dan memanfatkan sisa hari di bulan Syaban ini agar kewajiban di tahun lalu tidak menumpuk.***