POLA JABAR – Olahraga malam menjadi pilihan populer bagi warga Bandung yang sibuk bekerja di siang hari.

Namun, melakukan aktivitas fisik intens saat suhu udara Bandung sedang dingin-dinginnya memicu pertanyaan: apakah kebiasaan ini aman bagi kesehatan organ dalam?

Secara medis, udara dingin yang dihirup saat berolahraga dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan atau bronkokonstriksi.

Bagi pemilik paru-paru sensitif atau riwayat asma, hal ini bisa memicu sesak napas karena paru-paru bekerja ekstra untuk menghangatkan udara yang masuk.

Selain itu, suhu dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi), yang memaksa jantung memompa darah lebih kuat sehingga beban kerja jantung meningkat secara mendadak.

Meski begitu, olahraga malam tetap boleh dilakukan asalkan dengan persiapan yang tepat. Kuncinya adalah melakukan pemanasan (warming up) yang lebih lama agar suhu tubuh naik secara bertahap dan menggunakan pakaian yang mampu menjaga suhu inti tubuh.

Hindari intensitas tinggi secara tiba-tiba agar jantung dan paru-paru tidak mengalami syok akibat perubahan suhu dan beban fisik yang kontras.***