POLA JABAR – Jika Anda berkunjung ke pusat-pusat kebugaran atau kompleks olahraga belakangan ini, Anda mungkin melihat lapangan yang mirip lapangan tenis tetapi dikelilingi dinding kaca.

Itulah Padel, olahraga raket yang perkembangannya paling pesat di dunia, termasuk di Indonesia pada tahun 2026 ini.

Lantas, apa yang membuat olahraga asal Meksiko ini begitu cepat merebut hati masyarakat Indonesia?

1. Lebih Mudah Dipelajari daripada Tenis

Salah satu hambatan utama bermain tenis adalah tekniknya yang sulit dikuasai bagi pemula. Padel jauh lebih ramah pengguna (user-friendly). Raketnya tidak memiliki senar (solid padel) dan lapangannya lebih kecil, sehingga siapa pun bisa langsung melakukan reli panjang hanya dalam satu kali pertemuan.

2. Olahraga yang Sangat Sosial

Padel hampir selalu dimainkan secara ganda (2 lawan 2). Ukuran lapangan yang ringkas membuat komunikasi antar pemain menjadi sangat intens. Hal ini menjadikan Padel bukan sekadar olahraga, melainkan ajang bersosialisasi dan memperluas jaringan pertemanan atau bisnis.

3. Sensasi Bermain dengan Dinding

Keunikan utama Padel adalah penggunaan dinding kaca sebagai bagian dari area permainan. Seperti dalam olahraga squash, bola yang memantul ke dinding masih bisa dimainkan. Hal ini menambah elemen strategi dan keseruan karena titik jatuhnya bola menjadi lebih bervariasi dan tidak terduga.