POLA JABAR - Dalam dunia pelumasan otomotif, perdebatan antara oli Multi Grade dan oli Single Grade sering kali menjadi topik hangat, namun bagi sebagian besar mesin modern, jawabannya sudah sangat jelas dan cenderung mengarah pada satu jenis. 

Perbedaan fundamental antara keduanya terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu, atau yang sering disebut sebagai viskositas dinamis. 

Oli Single Grade, seperti yang ditandai dengan kode tunggal seperti SAE 30 atau SAE 40, dirancang untuk menjaga kekentalan yang stabil hanya pada satu suhu operasional tertentu biasanya diukur pada kekentalan, kekentalan oli jenis ini akan berubah secara drastis saat suhu lingkungan atau mesin turun. Oli Single-Grade akan menjadi sangat kental saat dingin, membuat proses start mesin menjadi berat dan lambat melumasi komponen kritis.

Di sisi lain, oli Multigrade, yang ditandai dengan dua angka yang dipisahkan oleh huruf 'W' (seperti SAE 10W-40), adalah solusi teknologi yang jauh lebih maju dan sesuai untuk kondisi operasional kendaraan harian yang fluktuatif. Angka sebelum 'W' (Winter) menunjukkan kinerja oli saat mesin dingin (misalnya pada suhu 25 derajat C), sementara angka setelah tanda hubung menunjukkan kekentalan saat mesin mencapai suhu kerja panas (100 derajat C). 

Oli jenis ini diformulasikan dengan aditif khusus yang disebut Viscosity Index Improvers yang memungkinkan oli tetap relatif encer saat suhu dingin untuk pelumasan cepat, namun tetap tebal (sesuai standar kekentalan panasnya) saat suhu mesin meningkat. Fleksibilitas ini menjamin bahwa mesin terlindungi secara maksimal, baik pada saat start awal di pagi hari yang dingin maupun ketika mesin beroperasi dalam kondisi panas ekstrem di tengah kemacetan.

Oleh karena perbedaan karakteristik tersebut, hampir semua pabrikan otomotif modern merekomendasikan penggunaan oli Multi-Grade. Kebutuhan mesin modern untuk memiliki oli yang dapat mengalir cepat saat start dingin (cold start) sangat krusial, karena lebih dari 70% keausan mesin terjadi pada saat-saat kritis ini. Oli Multigrade dengan angka 'W' yang kecil (misalnya 0W atau 5W) memastikan oli segera menjangkau seluruh komponen mesin, mengurangi gesekan, dan menghemat konsumsi bahan bakar, karena mesin tidak perlu bekerja keras untuk memutar komponen yang dilumasi oli kental. Kekuatan oli Multi Grade terletak pada perlindungan di seluruh rentang suhu, memberikan lapisan pelindung yang efektif baik saat oli tipis di suhu rendah maupun saat oli mempertahankan kekentalan yang stabil di suhu tinggi. Singkatnya, oli Multi-Grade menjembatani kebutuhan pelumasan yang kontradiktif antara kondisi dingin dan panas.

Keunggulan Oli Multi Grade yang Relevan untuk Mesin Harian: