POLA JABAR – Arus balik Lebaran sering kali membuat kabin mobil terasa sempit karena banyaknya barang bawaan dan oleh-oleh dari kampung halaman. Solusi praktisnya adalah menggunakan roof rack atau roof box di atap kendaraan. Namun, mengangkut barang di atas mobil tidak boleh sembarangan karena sangat memengaruhi stabilitas dan keselamatan berkendara.
Menambah beban di atap berarti mengubah pusat gravitasi (center of gravity) mobil menjadi lebih tinggi. Berikut adalah panduan aman agar mobil tetap stabil saat menggunakan roof rack:
1. Perhatikan Batas Beban Maksimal
Setiap mobil memiliki batas beban atap yang berbeda-beda, umumnya berkisar antara 50 hingga 75 kilogram. Pastikan Anda membaca buku manual kendaraan untuk mengetahui kapasitas maksimalnya. Ingat, beban ini sudah termasuk berat dari roof rack atau roof box itu sendiri, bukan hanya barang bawaannya saja.
2. Atur Distribusi Berat dengan Benar
Letakkan barang yang paling berat di bagian paling bawah dan di tengah-tengah roof rack. Hindari menumpuk barang terlalu tinggi karena akan meningkatkan hambatan angin (aerodynamic drag) yang membuat mobil terasa limbung saat dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan tol.
3. Gunakan Penutup dan Pengikat yang Kuat
Jika Anda tidak menggunakan roof box tertutup, pastikan barang dibungkus dengan terpal tahan air untuk melindunginya dari hujan dan debu. Gunakan tali pengikat jenis ratchet tie down yang kuat dan kencang. Hindari menggunakan tali rafia atau karet ban bekas karena rentan putus akibat terpaan angin kencang.