POLA JABAR - Berjalan kaki adalah bentuk transportasi yang paling dasar, ramah lingkungan, dan sangat penting untuk kesehatan publik. Dalam konteks inisiatif WHO Active Cities, mempromosikan kegiatan berjalan kaki sangat dianjurkan. Namun, di tengah hiruk pikuk kota metropolitan yang didominasi kendaraan bermotor, pejalan kaki seringkali menjadi kelompok yang paling rentan terhadap risiko lalu lintas. 

Kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki dapat memiliki konsekuensi fatal, dan oleh karena itu, kesadaran serta penerapan tips keselamatan adalah kunci utama untuk menikmati kota aktif secara aman. Keselamatan pejalan kaki bukanlah tanggung jawab satu pihak; ini memerlukan infrastruktur yang memadai dari pemerintah kota (seperti trotoar yang terawat dan penyeberangan yang jelas) sekaligus kewaspadaan dan perilaku bertanggung jawab dari pejalan kaki itu sendiri. 

Menguasai tips berjalan kaki yang aman adalah langkah pertama untuk meminimalkan risiko tertabrak, tergelincir, atau mengalami insiden lalu lintas lainnya, memastikan perjalanan harian Anda tetap sehat dan bebas dari bahaya.

Salah satu tantangan terbesar bagi pejalan kaki di kota adalah kurangnya visibilitas dan gangguan (distraction). Banyak pejalan kaki tanpa sadar menempatkan diri mereka dalam bahaya karena terlalu fokus pada perangkat seluler mereka (disebut distracted walking), yang membuat mereka lalai terhadap perubahan lalu lintas atau rambu peringatan. 

WHO menekankan bahwa perhatian penuh (full attention) adalah alat keselamatan terpenting bagi pejalan kaki. Ini berarti mematikan headset atau volume ponsel saat menyeberang jalan, dan secara aktif memindai lingkungan sekitar untuk mendeteksi potensi bahaya, seperti kendaraan yang berbelok secara tiba-tiba atau sepeda motor yang melaju di trotoar. 

Selain itu, masalah visibilitas sering terjadi pada malam hari atau saat kondisi cuaca buruk. Di malam hari, pejalan kaki hampir tidak terlihat oleh pengemudi, terutama di jalanan yang minim lampu. Oleh karena itu, penggunaan pakaian berwarna cerah atau aksesori reflektif sangat dianjurkan sebagai langkah proaktif untuk membuat diri Anda lebih menonjol di mata pengendara.

Penerapan panduan keselamatan ini juga harus disesuaikan dengan konteks urban yang spesifik. Di kota-kota besar, tempat penyeberangan seringkali merupakan zona risiko tertinggi. Pejalan kaki harus selalu menggunakan penyeberangan yang telah ditetapkan, seperti zebra cross atau jembatan penyeberangan orang (JPO), dan tidak pernah menyeberang secara diagonal atau di antara kendaraan yang sedang berhenti (jaywalking). 

Bahkan saat lampu penyeberangan menunjukkan warna hijau, penting untuk melakukan kontak mata dengan pengemudi yang akan berbelok, memastikan bahwa mereka telah melihat dan mengakui kehadiran Anda sebelum melangkah. Membangun kebiasaan keselamatan ini bukan hanya tentang mematuhi aturan, tetapi tentang menciptakan budaya berjalan kaki yang bertanggung jawab dan saling menghormati di ruang publik. 

Dengan memahami risiko yang ada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, berjalan kaki dapat dipertahankan sebagai moda transportasi yang layak, sehat, dan aman.