POLAJABAR - Skenario perebutan takhta tertinggi di BRI Super League 2025/26, kini memasuki fase paling krusial.
Menariknya, nasib dan takdir trofi juara Persib Bandung akhir musim ini bisa dibilang berada di tangan Persijap Jepara.
Oleh sebab itu, laga ini bukan lagi sekadar laga penutup biasa, melainkan panggung hidup mati bagi skuad Pangeran Biru.
Menyadari posisi yang mendadak jadi sorotan publik sepak bola tanah air sebagai the kingmaker, kubu Laskar Kalinyamat angkat bicara.
Alih-alih merasa terbebani, tim kebanggaan warga Jepara ini justru merespons situasi tersebut dengan kepala tegak dan penuh percaya diri.
“Kami tahu pertandingan ini sangat penting bagi perebutan gelar juara. Tapi fokus kami tetap sama, yaitu bermain dengan disiplin, menunjukkan karakter tim, dan memberikan perlawanan terbaik".ujar Mario Lemos dilansir dari lama resmi klub.
Tidak hanya itu, Mario Lemos juga menambahkan bawa Persijap Jepara datang ke kandang Persib Bandung dengan motivasi yang besar dengan hasil yang maksimal.
"Persijap datang tanpa tekanan, namun dengan motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil positif,” lanjutnya.
Sikap tanpa beban yang diusung Persijap ini, justru menjadi alarm bahaya tingkat tinggi bagi Persib Bandung kendatipun bermain di kandang sendiri.