POLAJABAR.COM - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di perairan Waduk Saguling, yang berlokasi di Kampung Cimanglid, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tim SAR gabungan saat ini tengah fokus melakukan upaya pencarian terhadap seorang pemuda yang dilaporkan hilang di wilayah tersebut.
Peristiwa nahas tersebut diketahui terjadi pada hari Sabtu, tanggal 4 Juli 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Informasi awal menyebutkan bahwa pemuda tersebut dilaporkan hilang setelah nekat melompat dari perahu yang sedang berada di tengah waduk.
Pihak Kepolisian Resor Cimahi segera merespons setelah menerima informasi mengenai kecelakaan air yang terjadi di wilayah perairan KBB tersebut. Tindakan cepat diambil oleh aparat keamanan bersama instansi terkait untuk menelusuri keberadaan korban.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, mengonfirmasi kebenaran adanya laporan mengenai insiden hilangnya pemuda di Waduk Saguling. Ia membenarkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak menuju lokasi kejadian segera setelah menerima laporan.
"Betul, kami terima laporan informasi orang hilang diduga tenggelam di perairan Waduk Saguling, saat ini upaya pencarian masih dilakukan," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi pada Minggu (5/7/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung hingga hari Minggu ini. Fokus utama tim gabungan adalah menemukan pemuda yang dilaporkan tenggelam tersebut.
Adapun lokasi kejadian yang menjadi fokus pencarian adalah perairan Waduk Saguling yang berada di wilayah administratif Kampung Cimanglid, Desa Cangkorah, Batujajar. Kondisi perairan dan faktor waktu menjadi pertimbangan penting dalam operasi SAR ini.
Dilansir dari informasi yang diterima, peristiwa hilangnya pemuda tersebut dipicu oleh aksinya melompat dari perahu. Motif pasti di balik tindakan nekat tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terus menyisir area yang diduga menjadi titik tenggelamnya korban. Mereka mengandalkan peralatan dan koordinasi yang baik untuk memaksimalkan peluang penemuan.
