POLA JABAR - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merampungkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2. Hasil pembaruan data ini menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) untuk periode Triwulan II tahun 2026.

Dalam pemutakhiran terbaru ini, tercatat ada sekitar 25 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang masuk ke dalam radar penerima bantuan. Berdasarkan proses verifikasi lapangan, ribuan keluarga tersebut kini telah terklasifikasi masuk dalam kelompok desil 1–4, yang artinya memiliki prioritas tertinggi untuk menerima dukungan ekonomi dari pemerintah.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa jumlah individu dalam basis data nasional kini meningkat menjadi 289,8 juta jiwa. Namun, pemerintah juga mencatat adanya inclusion error sekitar 11.014 KPM dari periode sebelumnya. Hal ini berarti ada sebagian kecil warga yang pada triwulan sebelumnya menerima bantuan, kini dinilai sudah tidak layak lagi karena kondisi ekonominya yang membaik atau masuk ke kategori desil 5–10.

Perubahan data yang cukup signifikan ini membuat masyarakat diimbau untuk segera mengecek kembali status kepesertaannya agar proses pencairan bantuan tidak mengalami kendala.***