POLA JABAR – Tren kendaraan listrik semakin berkembang di Indonesia, dan ada dua jenis yang paling populer: PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan BEV (Battery Electric Vehicle) atau mobil listrik murni.
Meski keduanya sama-sama mengandalkan tenaga listrik, ada perbedaan signifikan yang penting diketahui sebelum membeli.
1. Sumber Tenaga
- PHEV: Menggabungkan mesin bensin/diesel dan motor listrik. Bisa berjalan dengan listrik saja untuk jarak pendek dan otomatis menggunakan bensin saat baterai habis.
- BEV: Menggunakan tenaga listrik 100%. Tidak memiliki mesin bensin, sehingga sepenuhnya bergantung pada baterai.
2. Pengisian Daya
- PHEV: Bisa dicas di rumah atau stasiun pengisian listrik, namun jarak tempuh listrik lebih terbatas (30–80 km). Mesin bensin bisa digunakan untuk perjalanan jauh.
- BEV: Harus dicas penuh di stasiun pengisian listrik. Jarak tempuh tergantung kapasitas baterai, biasanya 200–500 km per pengisian.
3. Emisi dan Lingkungan
- PHEV: Lebih ramah lingkungan dibanding mobil konvensional karena sebagian perjalanan menggunakan listrik, tapi masih menghasilkan emisi dari mesin bensin.
- BEV: Emisi nol saat berkendara, lebih ramah lingkungan, cocok untuk pengendara yang ingin mengurangi jejak karbon.
4. Harga dan Biaya Perawatan