POLAJABAR.COM - Babak perempat final Piala Dunia 2026 akan berlanjut pada Minggu, 12 Juli 2026, dengan menyajikan dua laga penentu yang diprediksi berlangsung sengit. Empat tim tangguh siap bertarung habis-habisan demi mengamankan dua tiket tersisa menuju babak semifinal.

Pertandingan krusial ini akan diselenggarakan di Amerika Serikat, menyusul keberhasilan Prancis dan Spanyol yang sudah lebih dulu mengamankan tempat di babak empat besar. Dilansir dari RSS Feed Berita, tensi persaingan menuju trofi juara kini dipastikan bakal semakin memanas.

Laga pertama akan mempertemukan tim kejutan Norwegia dengan raksasa Eropa, Inggris. Duel ini juga menjadi panggung adu tajam antara dua striker top dunia saat ini, yaitu Erling Haaland dan Harry Kane.

Tim nasional Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel melaju ke fase delapan besar ini setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko. Meskipun sempat terkendala penguasaan bola, efektivitas serangan yang dimotori Harry Kane dan Jude Bellingham tetap menjadi senjata mematikan The Three Lions.

Di kubu lawan, Norwegia mencatatkan sejarah baru dengan menembus perempat final setelah menumbangkan Pantai Gading dan membuat kejutan besar dengan mengalahkan Brasil 2-1. Penyerang andalan mereka, Erling Haaland, kini memimpin daftar top skor sementara dengan torehan tujuh gol sepanjang turnamen.

Pada pertandingan kedua, juara bertahan Argentina dijadwalkan bersua dengan Swiss yang dikenal memiliki organisasi permainan sangat solid. Pertemuan ini diprediksi menjadi ujian berat bagi Lionel Messi dan kawan-kawan untuk mempertahankan gelar juara mereka.

Argentina melangkah ke babak perempat final setelah melewati laga sengit melawan Cape Verde dan membungkam Mesir dengan skor tipis 3-2. Pelatih Lionel Scaloni diperkirakan kembali mengandalkan magis Lionel Messi yang telah mengoleksi delapan gol, serta ketajaman Lautaro Martinez di lini depan.

Sementara itu, Swiss yang dilatih oleh Murat Yakin datang dengan status tim yang belum pernah tertinggal sepanjang turnamen ini berlangsung. Kedisiplinan lini pertahanan dan kepemimpinan Granit Xhaka di lini tengah menjadi modal utama Swiss untuk menciptakan kejutan besar saat menghadapi Argentina.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.