POLA JABAR – Momentum berharga tercipta dalam rangka memperingati Global Accessibility Awareness Day (GAAD) 2026 yang diselenggarakan di SLBN Cicendo pada Jumat, 22 Mei 2026. Agenda tahunan ini difokuskan sebagai wadah nyata untuk memperkuat nilai inklusivitas serta mengasah kompetensi praktis bagi para pelajar penyandang disabilitas di Kota Kembang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa inisiatif mulia ini berhasil terwujud berkat sinergi kolektif antara Ascott Group, organisasi Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), serta pihak manajemen sekolah. Melalui program edukasi ini, para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dibekali dengan ilmu seni fotografi yang dinilai sangat aplikatif di industri kreatif masa kini.
“Harapannya adalah bahwa kami bisa memberikan tambahan skill kepada anak-anak ini sebagai dasar nanti untuk pengembangan pada saat mereka sudah dewasa dan lulus untuk mencari pekerjaan,” ujar Farhan.
Apresiasi setinggi-tingginya dialamatkan oleh Farhan kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi, khususnya para praktisi dari industri perhotelan yang ikut ambil bagian dalam menyukseskan program ini. Ia memandang bahwa sektor pariwisata dan perhotelan memiliki andil besar dalam menggerakkan roda ekonomi makro di Kota Bandung.
Oleh sebab itu, kemajuan ekonomi yang dicapai daerah idealnya harus berjalan selaras dengan peningkatan taraf hidup dan kepedulian sosial terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Dengan memajukan perekonomian Kota Bandung, maka selanjutnya juga harus memajukan kesejahteraan sosial. Salah satu bentuknya adalah apa yang kita lakukan bersama di sini,” katanya.
Di tengah ketatnya persaingan sumber daya manusia pada era modern, Muhammad Farhan mengingatkan bahwa bekal dari jalur akademis konvensional perlu ditopang oleh keahlian khusus (hard skill). Penguasaan bidang teknis di luar materi sekolah dinilai mampu memberikan daya tawar yang lebih tinggi bagi para lulusan kelak.
“Oleh sebab itu, kita perlu menambah skill atau keahlian tambahan yang bisa memberikan nilai tambah terhadap pekerjaan kita,” ungkapnya.
Lebih detail, ia memaparkan bahwa seni menangkap visual kini bertransformasi menjadi hal yang sangat inklusif berkat kecanggihan perangkat telepon pintar. Kemudahan akses teknologi ini harus dimanfaatkan sebagai peluang emas oleh generasi muda, termasuk para siswa SLB, untuk mengeksplorasi bakat terpendam mereka.