POLA JABAR - Banyak yang bertanya-tanya mengapa harga Pertamax Turbo bisa melonjak hingga lebih dari Rp6.000 per liter dalam sekejap. Sebagai produk nonsubsidi, harga BBM unggulan ini memang sangat sensitif terhadap kondisi politik dan ekonomi internasional.

Penyebab utama lonjakan ini adalah ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah, yang secara otomatis mengganggu jalur distribusi minyak dunia. Karena Pertamax Turbo sangat bergantung pada indeks harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah, kenaikannya pun tidak bisa dihindari saat harga minyak dunia melambung.

Berbeda dengan Pertamax dan Pertalite yang harganya masih diupayakan stabil oleh pemerintah untuk menjaga daya beli, segmen pengguna BBM kelas atas harus siap menghadapi fluktuasi harga yang liar. Situasi ini memberikan pelajaran berharga mengenai ketidakpastian masa depan energi fosil yang sangat dipengaruhi oleh kondisi politik internasional.

Bagi pemilik kendaraan mewah, ketergantungan pada bahan bakar oktan tinggi kini menjadi risiko finansial tersendiri. Kenaikan ini seolah menjadi alarm bahwa stabilitas harga energi nonsubsidi adalah hal yang sulit diprediksi di masa depan.***