POLA JABAR - Lonjakan harga Pertamax Turbo ke angka Rp19.400 per liter membuat banyak pemilik mobil berperforma tinggi mulai melirik Pertamax biasa (RON 92) sebagai solusi hemat. Namun, asal pindah jenis bensin bisa menyebabkan mesin mengalami knocking atau "ngelitik". Agar mesin tetap aman, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan.
Berikut adalah tips bagi Anda yang terpaksa menurunkan oktan bahan bakar:
- Cek Rekomendasi Kompresi: Pastikan rasio kompresi mesin Anda masih dalam toleransi penggunaan RON 92. Jika rasio kompresi mesin sudah di atas 12:1, tetap disarankan menggunakan RON 98 agar pembakaran tetap sempurna.
- Gunakan Cairan Peningkat Oktan (Octane Booster): Jika terpaksa menggunakan bensin dengan oktan lebih rendah, Anda bisa menambahkan cairan octane booster berkualitas. Ini membantu meningkatkan angka oktan secara instan dan mencegah kerak pada ruang bakar.
- Hindari Gaya Mengemudi Agresif: Saat menggunakan bensin dengan oktan lebih rendah, hindari menginjak gas terlalu dalam secara mendadak. Beban mesin yang berat dengan bensin oktan rendah akan mempercepat gejala mesin ngelitik yang bisa merusak piston.
- Rutin Melakukan Tune Up: Turun oktan biasanya menyisakan residu karbon lebih banyak. Pastikan Anda lebih rutin membersihkan ruang bakar dan memeriksa busi agar performa tidak merosot tajam.
Turun oktan adalah solusi darurat, namun kesehatan mesin tetap harus jadi prioritas. Jika mesin mulai terasa bergetar hebat atau muncul suara asing, segera kembali ke bahan bakar rekomendasi pabrikan.***