POLA JABAR – Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia yang berdiri sejak 2 Maret 1959.
Terakreditasi unggul, ITB memiliki 12 fakultas yang mencakup berbagai bidang keilmuan dari teknik, sains, hingga seni dan desain.
Dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, ITB diprediksi tetap menjadi salah satu kampus dengan rata-rata nilai masuk tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data perkiraan nilai, program studi di bawah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) menempati posisi teratas dengan rata-rata nilai di atas 93.
Berikut prediksi rata-rata nilai SNBP ITB 2026 berdasarkan fakultas dan program studi:
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian – Kampus Cirebon: 88,46
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian: 92,21
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam: 91,98
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – Matematika: 92,05
- Fakultas Seni Rupa dan Desain – Kampus Cirebon: 88,26
- Fakultas Seni Rupa dan Desain: 94,54
- Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara: 93,99
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan – Kampus: 91,45
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan: 88,51
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Teknologi Lingkungan: (belum tersedia)
- Fakultas Teknologi Industri – Kampus Cirebon: 90,99
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan – Kampus Cirebon: 90,89
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan: 93,15
- Sekolah Bisnis dan Manajemen: 88,27
- Sekolah Farmasi: 94,03
- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Rekayasa: 91,15
- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains: 91,10
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi: 95,37
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa: 93,35
Dari daftar tersebut, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) – Komputasi menjadi jurusan dengan prediksi rata-rata nilai tertinggi, mencapai 95,37, disusul oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (94,54) serta Sekolah Farmasi (94,03).
Sementara itu, program studi di kampus Cirebon umumnya memiliki rata-rata nilai yang lebih rendah, memberikan peluang lebih besar bagi peserta dengan nilai menengah yang tetap ingin menempuh pendidikan di ITB.***