POLA JABAR – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menentukan pelatih baru untuk timnas Indonesia sebelum agenda FIFA Match Day (FMD) pada Maret 2026.
Melansir dari laman resmi Antara, hal ini diungkapkan oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, saat hadir pada turnamen mini soccer antar media bertajuk "Media Cup 2025" di Pendekar Goozone Mini Soccer, Cibis, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Oktober 2025.
“FMD berikutnya kan Maret. Karena kalau sekarang kan FMD-nya dipakai oleh tim U-22 SEA Games. Berarti kebutuhan kita nanti di Maret. Kita cari dulu. Seperti kata Pak Ketum PSSI, ada problem di satu, kita harus memperbaiki dulu citra kita di luar, karena banyak yang bully terhadap mantan-mantan pelatih, maka kita tunggu,” ujar Arya.
FMD terdekat setelah November adalah pada 23-31 Maret 2026, di mana setiap negara memiliki kesempatan untuk melakoni dua pertandingan internasional.
Arya menjelaskan, penentuan pelatih baru dilakukan menunggu momen yang tepat, mengingat kondisi sepak bola Indonesia saat ini sedang panas setelah gagal menembus Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia gugur di babak kualifikasi putaran keempat setelah kalah dari Arab Saudi 2-3 dan Irak 0-1.
Imbas dari kegagalan tersebut, PSSI memutus kontrak pelatih kepala Patrick Kluivert beserta tim kepelatihan asal Belanda, termasuk Alex Pastoor, Denny Landzaat, dan Gerald Vanenburg.
“Kalau mau memilih sesuatu, jangan lagi bahagia-bahagianya, jangan juga lagi sebel-sebelnya atau sedih-sedihnya. Jadi memilihnya pada saat lagi tenang supaya ada waktu untuk memilih,” tambah Arya.
Lebih lanjut, Arya menegaskan bahwa hingga kini Exco PSSI belum menggelar rapat terkait pemilihan pelatih baru. Sebelumnya, manajer timnas Indonesia, Sumardji, berencana memaparkan laporan evaluasi secara keseluruhan pasca-kekalahan melawan Irak dalam rapat Exco.
“Sampai hari ini belum ada rapat Exco mengenai pelatih. Jadi kalau ada isu mengatakan ada sekian Exco setuju, ada Exco tidak setuju, rapat saja belum ada,” ucap Arya.