POLA JABAR – Transformasi pembelajaran berbasis digital mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh sekolah-sekolah di Kota Bandung. SMP Negeri 70 Bandung kini menjadi salah satu pionir yang merasakan dampak positif dari program bantuan smartboard dalam menunjang proses belajar mengajar di ruang kelas.
Kepala SMPN 70 Bandung, Entang, mengungkapkan bahwa sekolahnya saat ini telah mengoperasikan tiga unit smartboard. Perangkat canggih ini merupakan hasil kolaborasi bantuan dari pemerintah pusat dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bandung. Menurutnya, kehadiran teknologi ini membawa perubahan besar pada atmosfer belajar siswa.
“Alhamdulillah, sekolah kami mendapat bantuan smartboard. Jika digabungkan dengan bantuan dari Pemkot Bandung, sekarang kami sudah memiliki tiga unit. Program ini sangat baik dan sangat membantu kami di lapangan dalam proses pembelajaran,” ujar Entang saat ditemui di SMPN 70 Bandung, Jumat 6 Februari 2026.
Entang menjelaskan bahwa penggunaan smartboard mengubah metode belajar konvensional menjadi lebih interaktif. Siswa kini tidak hanya menyerap materi secara verbal, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar melalui elemen visual dan audio yang mempermudah pemahaman konsep.
“Dengan smartboard, anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan guru, tapi bisa melihat langsung tayangan audio visual. Ada gambar dan video yang membuat materi lebih konkret. Dampaknya, anak-anak jadi jauh lebih antusias mengikuti pelajaran,” jelasnya.
Bukan hanya siswa, para tenaga pendidik pun merasakan manfaat signifikan. Teknologi layar pintar ini mempermudah guru dalam menyusun dan menyampaikan bahan ajar yang lebih variatif, kreatif, dan kontekstual. Hal ini secara otomatis meningkatkan kualitas interaksi di dalam kelas.
“Kami para guru merasa sangat terbantu. Pembelajaran bisa dirancang lebih menarik dan berkualitas. Insya Allah, dengan sarana ini, hasil belajar anak-anak juga akan meningkat lebih baik,” tambah Entang.
Melihat dampak nyata yang dirasakan, Entang berharap program bantuan smartboard ini dapat terus berlanjut dan diperluas. Ia bercita-cita agar lebih banyak kelas di SMPN 70, maupun sekolah lain di Bandung, bisa menikmati fasilitas serupa demi mengejar ketertinggalan di era digital.
“Harapannya ke depan bantuan smartboard bisa ditambah lagi. Ini benar-benar alat yang bermanfaat bagi kami di lapangan untuk memberikan standar pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di masa depan,” tutupnya.***