POLA JABAR - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan mengalami penguatan pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar terkait gangguan pasokan global di jalur pelayaran internasional.

Analis mata uang menilai bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai inisiatif "Proyek Kebebasan" menjadi sentimen positif bagi mata uang Garuda. Dalam kebijakan tersebut, AS berencana membantu mengawal kapal-kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz, yang diharapkan dapat menekan harga minyak dunia karena jalur navigasi menjadi lebih aman.

Selain faktor geopolitik, pelemahan indeks dolar AS pada akhir pekan lalu turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak maju. Melemahnya mata uang Negeri Paman Sam tersebut disebabkan oleh data manufaktur yang tidak sesuai harapan serta adanya intervensi dari Bank of Japan (BoJ) untuk memperkuat nilai tukar yen.

Dengan kondisi global yang mulai stabil, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS sepanjang hari ini.***