POLA JABAR – Pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 mengungkap fakta menarik mengenai peta persaingan di jenjang pendidikan vokasi. Berdasarkan data statistik resmi, sejumlah Program Studi (Prodi) di berbagai Politeknik Negeri mencatatkan tingkat keketatan (selectivity) yang sangat tinggi, bahkan melampaui beberapa jurusan di universitas akademik.
Tingginya minat calon mahasiswa terhadap pendidikan vokasi membuat rasio kelulusan menjadi sangat kompetitif. Sebagai contoh, pada prodi Teknik Informatika di Politeknik Negeri Jakarta, tercatat pendaftar sebanyak 527 orang sementara yang diterima hanya 18 orang. Hal ini menghasilkan rasio 1 : 29, yang artinya satu peserta harus menyisihkan 29 pendaftar lainnya.
Lebih ketat lagi, prodi Akuntansi Keuangan di kampus yang sama memiliki rasio 1 : 31. Secara statistik, peluang lolos di jurusan ini jauh lebih kecil karena pendaftar yang diterima hanya berjumlah 12 orang dari total 380 peminat.
Berikut adalah daftar 10 prodi PTN Vokasi dengan tingkat keketatan paling kompetitif merujuk pada data resmi SNBP 2026:
| No | Program Studi | PTN Vokasi | Pendaftar | Diterima |
| 1 | Teknik Keselamatan & Kesehatan Kerja | Poltek Perkapalan Negeri Surabaya | 599 | 94 |
| 2 | Teknik Informatika | Politeknik Negeri Jakarta | 527 | 18 |
| 3 | Administrasi Bisnis Terapan | Politeknik Negeri Jakarta | 492 | 18 |
| 4 | Administrasi Bisnis Terapan | Politeknik Negeri Batam | 480 | 30 |
| 5 | Teknik Informatika | Politeknik Negeri Bandung | 474 | 26 |
| 6 | Akuntansi Keuangan | Politeknik Negeri Jakarta | 380 | 12 |
| 7 | Logistik Perdagangan Internasional | Politeknik Negeri Batam | 375 | 30 |
| 8 | Perkeretaapian | Politeknik Negeri Madiun | 321 | 36 |
| 9 | Teknik Elektronika | Politeknik Negeri Bandung | 315 | 20 |
| 10 | Administrasi Bisnis | Politeknik Negeri Bandung | 308 | 13 |
Analisis Persaingan
Dilihat dari data di atas, bidang teknologi informatika, administrasi bisnis, dan kesehatan kerja menjadi sektor yang paling diburu di jalur vokasi. Keketatan yang tinggi ini menandakan bahwa kualitas lulusan politeknik semakin diakui dan dianggap memiliki prospek kerja yang cerah di mata para lulusan SMA/SMK sederajat.***