POLAJABAR - Bukan hanya sekedar menang, gaya bermain yang diperlihatkan Persib Bandung musim ini kerap mencuri perhatian.

Meski kerapkali terlihat memulai laga dengan tempo lambat, strategi "santai tapi mematikan" terbukti menjadi senjata ampuh.

Keberhasilan membalikkan keadaan saat melumat Bhayangkara Presisi Lampung FC 4-2 menjadi bukti sahih, betapa efektif dan efisiensinya serangan mereka.

Tanpa perlu terburu-buru, skuad PERSIB sepertinya tahu persis kapan harus menekan dan menghukum kelengahan lawan.

Sebuah taktik dingin yang kini sukses mengantar mereka kembali ke singgasana puncak klasemen sementara di BRI Super League 2025/26 degan menggeser Borneo FC.

Bojan Hodak tampak sangat percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak asuhnya saat menghadapi Bhayangkara FC.

Sosok seperti Beckham Putra dan Adam Alis, mampu menjadi salah satu motor serangan yang bisa membaca celah sempit.

Kini, dengan koleksi 69 poin di kantong, tantangan bagi Bojan Hodak adalah mampu menjaga konsistensi taktik "dingin" ini hingga akhir musim. 

Jika performa ini terus terjaga, trofi BRI Super League 2025/26 rasanya bukan lagi sekadar impian, melainkan target realistis yang sudah di depan mata.