POLAJABAR.COM - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) tahun ini melibatkan partisipasi besar dari para mahasiswa. Sebanyak 720 mahasiswa dari universitas tersebut dilepas secara resmi untuk diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
Acara pelepasan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman. Momen ini menandai dimulainya periode pengabdian mahasiswa di berbagai lokasi desa di wilayah Sukabumi.
Pelepasan resmi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program akademik yang berorientasi pada pengabdian masyarakat. Hal ini menegaskan sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ade Suryaman memberikan arahan penting kepada seluruh peserta KKN. Arahan tersebut berfokus pada peran strategis mahasiswa dalam membawa perubahan positif selama bertugas.
Pesan utama yang disampaikan adalah tuntutan agar para mahasiswa tidak hanya sekadar menjalankan program KKN secara formalitas. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi yang substantif dan terukur di desa tujuan.
"Ratusan mahasiswa ini harus turun tangan membawa inovasi nyata bagi pembangunan desa," ujar H. Ade Suryaman, menekankan urgensi implementasi gagasan segar di lapangan.
Inovasi nyata yang dimaksud mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan potensi lokal hingga peningkatan kualitas layanan publik di tingkat desa. Hal ini menjadi tolok ukur keberhasilan program KKN mereka.
Mahasiswa UMMI yang dilepas ini akan menghabiskan waktu tertentu untuk berinteraksi langsung dengan warga dan memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat setempat. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang efektif.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menaruh harapan besar bahwa hasil kerja para mahasiswa ini akan berimplikasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat desa. Sinergi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan praktis desa menjadi fokus utama.
