POLA JABAR – Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Persib Bandung atas PSM Makassar di Stadion BJ Habibie pada Minggu, 17 Mei 2026, membawa klub berjuluk Maung Bandung ini selangkah lagi menuju takhta tertinggi sepak bola Indonesia. Hasil positif tersebut membuat Persib hanya memerlukan hasil imbang pada laga kontra Persijap Jepara, Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang, untuk mengunci gelar juara sekaligus menorehkan rekor tiga kali juara berturut-turut (hattrick).
Sontak, atmosfer suka cita langsung menyelimuti Kota Kembang. Ribuan pendukung setia, Bobotoh, tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan poin penuh yang sangat krusial tersebut.
Di saat warganya hanyut dalam kegembiraan di depan layar kaca, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, justru memilih untuk turun ke lapangan. Ia melakukan konvoi dan patroli keliling kota guna memastikan situasi kondusifitas dan ketertiban jalanan di Bandung tetap terjaga dengan aman.
“Saya dari tadi magrib memantau keliling Bandung. Saya tidak nonton pertandingan Persib. Saya justru memantau pertandingan Persijap melawan Borneo sepanjang jalan. Saya muter-muter dari Gedebage, Buahbatu sampai ke Mapolres,” ujar Farhan di Polrestabes Bandung, pada Minggu, 17 Mei 2026.
Wali Kota memandang pencapaian yang sedang diukir oleh armada Maung Bandung bukan sekadar prestasi olahraga biasa, melainkan sebuah catatan emas yang akan membanggakan seluruh masyarakat Jawa Barat di kancah nasional.
“Mari kita bersyukur bersama-sama bahwa Persib berhasil menciptakan sejarah menjadi klub pertama di Indonesia yang berhasil hattrick juara liga,” katanya.
Kendati memahami betul betapa besarnya luapan emosional dan kegembiraan para Bobotoh yang sulit dibendung, Muhammad Farhan mengingatkan agar perayaan tersebut jangan sampai mengorbankan kenyamanan publik atau memicu keributan.
“Kita ucapkan rasa syukur ini dengan ekspresi kegembiraan yang tidak chaos. Euforia tidak bisa kita tahan. Mari bersama-sama kita rayakan kemenangan Persib ini dengan aman,” ungkapnya.
Terlebih lagi, momentum keemasan Persib tahun ini bertepatan dengan momen historis daerah, yaitu peringatan tahun pertama Hari Kebangkitan Tatar Sunda. Farhan berharap rasa bangga ini diekspresikan dengan cara-cara yang positif dan santun.