POLA JABAR - Kembalinya Hasan Nasbi ke kabinet menarik perhatian publik mengingat setahun lalu ia sempat memutuskan untuk "menepi" dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Keputusan mundur tersebut diambil Hasan pada April 2025 setelah pernyataannya terkait isu teror terhadap media dinilai sebagai blunder.

Kala itu, Hasan memilih untuk tahu diri dan mundur secara tenang setelah merasa ada persoalan di luar kemampuannya yang tidak bisa lagi diatasi. Setelah sempat mengisi posisi sebagai Komisaris Pertamina, kini Hasan kembali dengan mandat yang berbeda.

Jabatan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi ini hadir bersamaan dengan perubahan nomenklatur lembaga, di mana PCO kini telah berubah nama menjadi Badan Komunikasi Pemerintah yang dipimpin oleh Muhammad Qodari.

Langkah Presiden menarik kembali Hasan ke dalam tim dinilai sebagai upaya untuk memperkuat efektivitas penyelenggaraan informasi strategis negara dengan memanfaatkan pengalaman panjang Hasan dalam memetakan opini publik.***