POLA JABAR - Banyak orang langsung berasumsi bahwa rasa perih saat menelan adalah tanda radang tenggorokan yang memerlukan antibiotik. Namun, secara medis, sakit tenggorokan atau sore throat hanyalah gejala, bukan penyakit tunggal.

Sakit tenggorokan tidak selalu berarti radang akibat infeksi bakteri (strep throat). Faktanya, sekitar 80 persen kasus sakit tenggorokan justru disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu atau common cold, yang tidak mempan dengan antibiotik. Selain itu, kondisi non-infeksi juga bisa menjadi pemicu, seperti udara yang terlalu kering, paparan polusi, atau naiknya asam lambung (GERD) yang mengiritasi dinding tenggorokan.

Penting untuk membedakan keduanya: jika disertai batuk dan pilek, kemungkinan besar itu adalah virus. Namun, jika muncul bercak putih di amandel dan demam tinggi tanpa batuk, barulah Anda perlu waspada terhadap infeksi bakteri.

Jangan sembarangan mengonsumsi obat tanpa resep. Istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik biasanya menjadi kunci penyembuhan pertama.***