POLA JABAR –
Setiap minggu, mulai Senin, serial ini menghadirkan episode barunya, lengkap dengan subtitle Bahasa Indonesia agar lebih mudah dinikmati penonton di Indonesia.
Serial The Chair Company menghadirkan gaya komedi khas Tim Robinson yang absurd namun tajam dalam mengkritik dunia kerja modern.
Tak hanya menulis, Robinson juga tampil sebagai pemeran utama yang berperan sebagai perencana mal di pinggiran kota.
Hidupnya yang tenang berubah drastis ketika ia terlibat dalam penyelidikan konspirasi kriminal akibat insiden memalukan di tempat kerja.
Dikutip dari Indie Wire, serial ini menampilkan berbagai perusahaan fiktif seperti National Business Solutions, Fisher Robay, hingga Tecca Chairs yang menjadi antagonis utama cerita.
Lewat sudut pandang bergaya thriller conspiracy, The Chair Company menyoroti absurditas dunia korporasi yang kaku dan impersonal, dengan karakter-karakter yang berusaha bertahan di tengah sistem kerja tanpa wajah.
Sebagaimana karya Robinson dan Zach Kanin sebelumnya, The Chair Company menampilkan perusahaan besar yang tak berperasaan dan usaha kecil yang berjuang untuk bertahan.
Semua itu dibalut dengan humor sarkastik dan naskah yang cerdas, menciptakan dialog yang kuat sekaligus menggelitik.